Barcelona memang mengawali kompetisi La Liga dengan hasil gemilang,
menggasak Levante tujuh gol tanpa balas. Tapi setelahnya, lini depan
Blaugrana seolah mengalami masalah. Dari tiga laga beruntun di semua
kompetisi, Barca cuma mampu menambah dua gol, masing-masing satu di laga
Copa del Rey kontra Atletico Madrid dan Malaga di jornada kedua.
Bisa dibilang, ini PR buat entrenador Gerardo Martino untuk memaksimalkan potensi barisan depan. Pemain asal Brasil yang diboyong dari Santos sebelum gelaran Piala Konfederasi musim panas lalu, belum menunjukkan kapasitas sebenarnya sebagai striker papan atas.
Martino sempat mendapat tekanan lantaran membiarkan pemain anyarnya mengawali laga daribench di tiga pertandingan awal, termasuk saat Lionel Messi tidak bisa tampil melawan Malaga akibat cedera pekan lalu.
Akhirnya, momen yang dinanti publik Catalan tiba di leg kedua Piala Super Spanyol. Namun, duet Neymar dengan peraih empat Ballon d'Or di Camp Nou jauh dari harapan. Meski mendikte lawan hampir sepanjang permainan, keduanya kesulitan menjebol gawang Thibaut Courtois.
Toh, Martino berujar keduanya butuh waktu untuk saling memahami di lapangan.
"Mereka memainkan laga bagus tapi memang benar mereka tak terlalu saling terikat. Meski demikian, saya tak ragu mereka akan terkoneksi," kata Martino menanggapi mandulnya duet Messi dan Neymar.
Menghadapi Valencia di Mestalla pada jornada ketiga bisa menjadi ajang pembuktian bagi duet Neymar dan Messi untuk membalas kegagalan di Camp Nou. Yang menjadi pertanyaannya, apakahBlaugrana akan dengan mudahnya menaklukkan Los Che di hadapan pendukung tuan rumah?
Melihat dua hasil yang diraih skuat Miroslav Djukic di dua laga awal, Barca boleh percaya diri. Setelah menang 1-0 melawan Malaga di pertandingan pembuka, Valencia tumbang 3-1 di tangan Espanyol. Inkonsistensi tim Kelelawar bisa dimanfaatkan Barca untuk kembali membuka pundi-pundi gol yang sempat kering.
Meski demikian, Azulgrana tak bisa begitu saja menganggap enteng Valencia, karena Mestalla bukan tempat yang bersahabat buat Blaugrana. Los Che hanya kalah sekali dari lima laga kandang dengan The Catalans dan kemenangan terakhir klub Catalan di tempat Valencia terjadi pada musim 2010/11, itu pun dengan kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Messi.
Barisan depan Barca juga diprediksi bekerja lebih keras karena pelatih memutuskan tak membawa sang jenderal lapangan tengah Xavi Hernandez ke Mestalla. Selain Xavi, pemain lain yang tak masuk dalam skuat Barca adalah Alexis Sanchez dan Oier.
Di kubu Valencia mendapat tambahan amunisi dengan mendatangkan penyerang Kolombia Dorlan Pabon dari klub Meksiko Monterrey, untuk mengisi kekosongan Roberto Soldado yang hijrah ke Tottenham Hotspur.
Bisa dibilang, ini PR buat entrenador Gerardo Martino untuk memaksimalkan potensi barisan depan. Pemain asal Brasil yang diboyong dari Santos sebelum gelaran Piala Konfederasi musim panas lalu, belum menunjukkan kapasitas sebenarnya sebagai striker papan atas.
Martino sempat mendapat tekanan lantaran membiarkan pemain anyarnya mengawali laga daribench di tiga pertandingan awal, termasuk saat Lionel Messi tidak bisa tampil melawan Malaga akibat cedera pekan lalu.
Akhirnya, momen yang dinanti publik Catalan tiba di leg kedua Piala Super Spanyol. Namun, duet Neymar dengan peraih empat Ballon d'Or di Camp Nou jauh dari harapan. Meski mendikte lawan hampir sepanjang permainan, keduanya kesulitan menjebol gawang Thibaut Courtois.
Toh, Martino berujar keduanya butuh waktu untuk saling memahami di lapangan.
"Mereka memainkan laga bagus tapi memang benar mereka tak terlalu saling terikat. Meski demikian, saya tak ragu mereka akan terkoneksi," kata Martino menanggapi mandulnya duet Messi dan Neymar.
Menghadapi Valencia di Mestalla pada jornada ketiga bisa menjadi ajang pembuktian bagi duet Neymar dan Messi untuk membalas kegagalan di Camp Nou. Yang menjadi pertanyaannya, apakahBlaugrana akan dengan mudahnya menaklukkan Los Che di hadapan pendukung tuan rumah?
Melihat dua hasil yang diraih skuat Miroslav Djukic di dua laga awal, Barca boleh percaya diri. Setelah menang 1-0 melawan Malaga di pertandingan pembuka, Valencia tumbang 3-1 di tangan Espanyol. Inkonsistensi tim Kelelawar bisa dimanfaatkan Barca untuk kembali membuka pundi-pundi gol yang sempat kering.
Meski demikian, Azulgrana tak bisa begitu saja menganggap enteng Valencia, karena Mestalla bukan tempat yang bersahabat buat Blaugrana. Los Che hanya kalah sekali dari lima laga kandang dengan The Catalans dan kemenangan terakhir klub Catalan di tempat Valencia terjadi pada musim 2010/11, itu pun dengan kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal Messi.
Barisan depan Barca juga diprediksi bekerja lebih keras karena pelatih memutuskan tak membawa sang jenderal lapangan tengah Xavi Hernandez ke Mestalla. Selain Xavi, pemain lain yang tak masuk dalam skuat Barca adalah Alexis Sanchez dan Oier.
Di kubu Valencia mendapat tambahan amunisi dengan mendatangkan penyerang Kolombia Dorlan Pabon dari klub Meksiko Monterrey, untuk mengisi kekosongan Roberto Soldado yang hijrah ke Tottenham Hotspur.